Merbabu Skyrace, Touches The Sky


12 Pungggawa Desrun akhir pekan itu berjibaku dengan lebih dari 1000 pelari untuk menaklukan merbabu dalam 2 kelas yang di ikuti 20K & 10K. Pada hari itu Merbabu sungguh lengkap dan menyenangkan awalnya, cuaca cerah dengan sunrise yang memukau membuat semangat para runners membara pagi itu, sampai dengan angin kabut melanda di sabana dan badai dipuncak. bagi para runners yang belum terbiasa cukup menggoyahkan mental.

 

Mengikuti di kelas 20K (alasannya sih ngejar summit) mimin merasa setelah diikuti ternyata summit begitu jauh hahahhaha, butuh waktu hampir 4 jam untuk sampai dipuncak dan itupun masih puncak pertama yang mimin lalui (puncak menara) dan masih ada titik tertingginya yaitu trianggulasi.

 

2 dari 8 punggawa Desrun yang mengikuti kelas 20K berhasil mencapai titik tertinggi di Merbabu dan yang mimin denger dari ceritanya kalau Merbabu menunjukan aslinya dipuncak, BADAI GEDE!!! dan harus melalui jalur yang mimin waspadai dari awal yaitu tanjakan setan. Sisa punggawa Desrun cukup merasakan sampai dengan puncak pemancar, geger sapi dan batu tulis dikarenakan melewati waktu yang ditentukan untuk titik checkpoint. Dengan semangat “Finish what you already started” seluruh punggawa Desrun berhasil kembali dengan selamat di venue.

 

Lain cerita dengan kelas 10K semua Punggawa Desrun FInish strong!! keren!! berisi pasukan yang baru pertama kali merasakan trail run sekelas ITRA level membuat sedikit flashback saat mimin pertama kali mengikuti event trail dengan level ITRA, TERSHEOK-SHEOOKK SHAY!! Ceritanya mirip, muhasabah diri saat menjalani, mempertanyakan kenapa kok seneng menyusahkan diri, ga mau ikut lagi kedepannya dan berakhir setelah finish dengan pertanyaan “next event apa lagi?” Aahh memang begitu candu…

 

Selain eventnya yang penuh dengan suka dan keluhan overall 12 Punggawa Desrun merasa sangat sangat puas dan berkesan. Mulai dari view merbabu yang dapat dirasakan langsung dari penginapan, kenyamanan selama perjalanan dan yang paling utama keseruan ke 12 punggawanya, orang ngeluh kok diketawaain hahahha yaa karena keluhannya sama!! Saling relate antar cerita dan derita yang dirasakan. Overall Kata kapok bukanlah kata yang kami simpulkan tapi “Yuk kemana lagi”





Sumber: Kemendes Runners

Posting Komentar

0 Komentar