Pelatihan Pembangunan Desa Wisata Angkatan I Balai Besar Yogyakarta


Magelang, Desawarnana  Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Desa Wisata Angkatan I di Balai Desa Girirejo, Kecamatan Ngabalak, Kabupaten Magelang (11/5/22). Acara ini diharapkan bisa mengembangkan potensi desa sehingga mampu menumbuhkan ekonomi yang merata di desa sesuai dengan tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan (SDGs) nomor delapan (8).

 

Acara ini dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi V, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magelang, Kepala Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogyakarta dan tamu undangan. 

 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa PDTT, Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd., membuka secara resmi Pelatihan Pembangunan Desa Wisata Angkatan I Tahun 2022. Dalam sambutannya, Kepala BPSDM menyampaikan bahwa pembangunan Desa Wisata menjadi salah satu prioritas dalam percepatan pembangunan negara saat ini, sesuai dengan arahan Menteri Desa PDTT RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.

 

“Pengembangan desa wisata, secara substansial pengembangannya senantiasa berbasis pada pemberdayaan masyarakat (community-based tourism development) dan didorong oleh tiga faktor. Pertama, wilayah pedesaan memiliki potensi alam dan budaya. Kedua, wilayah pedesaan memiliki lingkungan fisik yang relatif masih asli. Ketiga, dalam tingkat tertentu daerah pedesaan menghadapi perkembangan ekonomi yang relatif lambat, sehingga pemanfaatan potensi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal secara optimal merupakan alasan rasional dalam pengembangan wisata pedesaan.” Terang Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd.

 

“Keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kemauan, kesempatan, dan kemampuan dari masyarakat tersebut. Keikutsertaan masyarakat dalam perencanaan desa wisata dapat mendorong mereka berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pengawasan. Partisipasi yang baik akan melibatkan masyarakat dalam keseluruhan tahapan pengembangan, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengawasan program pengembangan desa wisata.” Lanjutnya.

 

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar